Demam Pokemon Go sedang melanda dunia. Banyak orang yang tiba-tiba latah menjadi pecinta Pokemon. Sekarang dimana-mana kamu akan melihat orang yang naik motor tiba-tiba berhenti karena bertemu dengan rare pokemon.
Apakah kamu termasuk, dari mereka yang latah?
Well, bermain Pokemon Go memang menyenangkan game satu ini memaksa kamu untuk keluar rumah untuk mencari pokemon-pokemon langka atau wild pokemon .
Game yang satu ini memang belum resmi diluncurkan di Indonesia, karena itu banyak himbauan dari pemerintah untuk berhati-hati dalam menggunakannya terutama ketika kita mengaktifkan GPS kita tentu saja, Pemerintah tidak ingin hal yang buruk terjadi pada masyarakat-nya bukan?
Mari kita berbaik sangka pada setiap isu yang beredar, tidak mungkin pemerintah melarang Pokemon Go begitu saja.
Pokemon Go bukanlah game yang berbahaya, jika sang pengguna mau bertanggung jawab terhadap penggunaannya.
Karena memang Pokemon Go, adalah game outdoor pertama yang meminta sang pengguna untuk berkeliling mencari pokemon kesana kemari, agar bisa mendapatkan pokemon rare atau wild pokemon.
Bagaimana-pun kitalah sendiri yang harus bijak dalam menggunakannya, iya kan?
Tapi ketika saat itu tiba, saat kamu harus melepaskannya...
Kamu akan sadar bahwa kamu tak pernah siap untuk kehilangan orang
itu.
Meskipun di bibirmu kamu berkata,
"Pergilah,
kami akan baik-baik saja disini. Aku mohon jangan khawatir. Mungkin ini sulit,
tapi kami akan baik-baik saja. Dan kami tak akan pernah melupakanmu."
Kamu tahu benar bahwa itu semua bohong,
bagaimana kami akan baik-baik saja tanpamu?
Bagaimana caranya untuk tetap baik-baik
saja?
Mungkin memang butuh waktu,
Awalnya, kami akan pura-pura tersenyum dan
berkata bahwa kami baik-baik saja tapi,
lambat laun kami akan benar-benar baik-baik
saja teman.
Tapi bukan
berarti kami akan melupakanmu, percayalah.
Meski
selama ini kami sering bercanda, tapi untuk kali ini percayalah.
Kami akan
baik-baik saja, entah kapan. Dan, meskipun kami menjalani hidup kami
masing-masing nanti.
Queen Seondeok dan Bidam atau Queen Seondeok dan Jenderal Yushin?
Disini ada yang,
K-Popers angkatan lama? Jika kalian Kpop-ers angkatan lama, pasti kalian
mengenal drama saeguk korea yang satu ini. Drama Saeguk "The Great Queen Seondeok"
adalah drama yang diproduksi pada tahun 2009, sudah hampir 7 tahun yang lalu.
Jika kalian mengikuti drama yang satu ini, pasti tahu benar
tentang kisah cinta Queen Seondeok yang bisa dibilang menjadi bumbu yang
menarik diantara semua cerita didalamnya yang cenderung begitu tegang dan
serius. Apalagi fakta-fakta yang tiba-tiba muncul, menjadi semakin menarik dan
memberi warna baik pada kisah cinta Queen Seondeok dan terhadap perseteruan
antara Mishil dan Queen Seondeok sendiri.
Nah, dari cerita cinta Queen Seondeok dalam drama ada 2 cerita
yang begitu menarik untuk kita bahas.
Pertama,
Cerita cinta Queen Seondeok dengan Jenderal Yu Shin. Cerita
diantara mereka memang tak begitu jelas, dan kentara seperti antara Queen
Seondeok dan Bidam.
Jenderal Yu Shin adalah seseorang yang serius dan begitu setia
dengan kerajaan, selain itu kepribadian Jendral Yu Shin juga begitu keras dan
disiplin. Karena hal itu lah beliau tidak terlalu memperlihatkan perasaan
beliau pada Queen Seondeok yang saat itu masih menjadi salah satu anggota dalam
pasukannya.
Namun ada salah satu scene, yang romantis. Dimana Jendral Kim Yu
Shin mengajak Queen Seondeok untuk melarikan diri, dan melepas kesempatannya
untuk menjadi anggota kerajaan.
Walaupun menginginkannya, tapi Queen
Seondeok menolaknya karena Ia harus berdiri bersama Ayah dan Ibunya, untuk menggantikan posisi sang kakak.
Dan akhirnya cerita mereka berakhir dengan masing-masing untuk
merelakan cerita mereka dan mengutamakan diri mereka mengabdi pada Kerajaan
Shilla.
Kedua,
Ada cerita cinta, antara
Queen Seondeok dan Bidam. Cerita antara Queen Seondeok dan Bidam ini cenderung
jauh lebih berwarna jika dibanding dengan Jenderal Kim Yu Shin. Karakter Bidam
yang bebas dan pemberontak, dan Queen Seondeok yang selalu bersikap lembut pada
Bidam membuat cerita mereka begitu meanrik untuk dilihat.
Lika-liku cerita mereka,
begitu rumit, karena Bidam sendiri memiliki merupakan anak kandung dari Lady
Mishil yang notabene adalah rival dari Queen Seondeok.
Banyak yang tidak
menyetujui hubungan keduanya, tapi juga ada banyak yang mendukung hubungan
mereka. Terutama orang terdekat mereka.
Tapi Queen Seondeok
adalah seorang pemimpin kerajaan, sebuah cerita cinta
tak akan pernah menjadi sederhana.
Banyak orang yang ingin
hubungan mereka berakhir, karena jika tidak posisi Queen Seondeok akan semakin
kuat, apalagi jika mereka memiliki keturunan.
Dan akhirnya setelah
banyak terjadi kesalahpahaman diantara keduanya, maka cerita ini berakhir
dengan Bidam berakhir sebagai seorang pengkhianat. (kalau mau cerita lengkapnya
tonton dramanya ya)
Nah, dari kedua cerita
tersebut, kamu pilih yang mana Bidam atau Jendral Kim Yu Shin?
Seriap orang memiliki pandangan masing-masing dalam hidup ini, karena itu aku percaya bahwa di dunia ini tidak ada orang yang "jahat"
Mereka tidak "jahat", mereka hanya memiliki pandangan dan kepentingan yang berbeda dengan kita.
Karena itulah, aku selalu berusaha untuk mengerti dan memahami, setiap kepentingan dan sudut pandang yang berbeda.
Tapi terkadang ada saat dimana kita akan mengalami apa yang dimaksud dengan "gagal paham" saat seperti ini, adalah saat dimana kamu berusaha untuk mengerti tapi kamu tak pernah sampai ke titik dimana kamu bisa mengerti alasan, atau pun motivasi dibalik perbuatannya.
Seberapa kali pun kamu mencoba untuk memahaminya tetap saja kamu tidak mengerti.
Dan ketika kamu sampai pada titik ini, cukup sadarlah satu hal, bahwa mungkin itu pilihannya kita hanyalah orang luar yang tidak mengerti dan memahami situasi seperti apa yang ada di sekitarnya saat itu.
Maka, di saat seperti ini, kita dipaksa untuk "menelan" keegoisan kita dan berusaha untuk tidak menghakimi seseorang hanya karena kita "gagal paham" atas pilihan yang telah dia pilih.
Hidup di dunia ini, kita tidak sendirian teman.
Ada banyak orang disekitar kita dengan kepribadian dan latar belakang yang berbeda pula. Berusaha untuk selalu berpikiran terbuka, dan menghargai orang lain.
Dengan pikiran yang lebih terbuka dan bijak dalam menghadapi segala sesuatunya, kita bisa menjalani hidup dengan lebih tenang tentunya.
Perbedaan adalah yang hidup kita lebih berwarna, percayalah tanpa adanya perbedaan hidup kita akan menjadi sangat membosankan teman. :)
Dia
mendengar lantunan lagu itu, ya itu adalah lagu yang begitu familiar bagi
dirinya. Dia pikir sepenuhnya telah berlalu, semuanya. Dan dia tak memikirkan
hal itu lagi. Tapi ternyata dia salah, dia benar-benar tak mengerti, otaknya
mengatakan bahwa Ia baik-baik saja. Tapi tidak dengan hatinya yang ternyata
berkata lain.
Dia
masih ingat semuanya, dengan jelas. Semuanya, bahkan setiap detail dari
simpanan memori yang selama ia tutup rapat. Semuanya hancur hanya dengan, satu
pukulan telak. Tembok yang dia bangun untuk menutupi semuanya.
Sekarang
Dia tertegun menatap piano itu, pandangannya mulai tidak jelas, matanya terasa
panas. Ia terpaku berdiri disana, butuh waktu baginya untuk menyadari apa yang
sedang terjadi. Dia mulai kembali mendapatkan kontrol atas dirinya.
Dia
mulai sadar, bahwa semua orang di ruangan mulai mengarahkan pandangan mereka
pada dirinya. Dia melihat mereka, dengan pandangan, kenapa? Dia mencoba sebaik mungkin untuk tidak menarik perhatian
mereka lebih lanjut. Tapi dia gagal. Dia memilih keluar dari ruangan itu
menghindari tatapan semua orang.
Setelah
menutup pintu dibelakangnya, Dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia baik-baik
saja. Tapi sekali lagi, dia gagal. Dia mencari tempat sepi untuk menghindari
semua orang. Dia mengarah ke lorong tangga darurat, Ia duduk di salah satu anak
tangga. Ia meraba dadanya, tempat semua rasa sakit ini berasal.
Sudah
bertahun-tahun berlalu dan Ia pikir Ia telah melupakan semuanya, tapi dia salah
Yang
jelas dia sekarang, mungkin waktu telah berputar, bumi juga masih terus
berputar, kehidupan masih terus berlanjut, bahkan ketika sekarang Dia telah
jauh berubah, telah jauh meninggalkan masa lalunya, tapi dalam satu hentakan
saja ia harus menghadapi satu kenyataan yang baru saja menghantamnya.
Bahwa,
dia, dirinya, yang begitu sukses sekarang, dan memiliki keberuntungan yang
ingin dimiliki oleh semua orang di dunia ini.
Ternyata,
harus menyadari bahwa selama ini Ia tak pernah melangkah dari ”dirinya” lima
tahun yang lalu. Sama sekali.
Dan
disinilah dia sekarang. Terperangkap dalam kenyataan yang selalu dia coba
hindari.
credit to : https://www.instagram.com/p/BGm_TYnmDay/?tagged=rahasiagadiszodiac